Latest News

Witri Prasetyo Aji

Witri Prasetyo Aji

AJARI AKU MENCINTAIMU


            Karina sasmita, itulah nama panjang mita. Cewek cantik iut, smartdan satu lagi, modis. So, nggak heran kalau dia di juluki princcess barbie. Karna cewe yang satu ini selalu berfashion. Bak boneka barbie. Dan cowok mana pula yang tak suka dengan cewek secantik Mita? Hampir semua cowok di sma harapan bangsa ini ingin jadi pacarnya. Tapppi tidak dengan Gibran maulana, cowok pendiem dan cuek ini sebenarnya sech, Gibran itu lumayan
cakep, smart pula dan nggak sedikit juga cewek-cewek yank menggandrunginya, namun sayangnya, Gibran selalu aja cuek dengan semuanyaitu, maknya, Gibran sama sekali nggak punya teman. Beda sekali dengan Mita. Mita yang juga ramah. Tak heran jia kemanapun dia melangkah, dia selalu mendapatkan kawan.
            Gibran dan Mita. Jika di lihat-lihat. Sebenarnya mereka adalah pasangan yang serasi. Namun, sayang sifat mereka yang bak langit dan bumi itu,sering kali membuat mereka bertengkar.. saling adu mulut dan sama sekali tak ada yang mau mengalah. Sampai-sampai mereka di juluki tom and jery.
            Sepertihal nya hari itu. Waktu itu sedang jam isttirahat. Mita yang banyak teman, lagi asik ngobrol di kelas bersama teman-temanya. Sedang gibran ngerasa terganggu dengan suara canda tawa mita dan teman-temanya sontak saja dia pun langung menuju ke arah mita dan teman-temanya berkumpul.
            ‘Eh,kalian tu bisa nggak sech, kalau nggak berisik,’ tegur Gibran dengan sinis dan memamerkan muka cemberutnya.
            Mita dan teman-temanya sama sekali takmenggubrisnya. Mereka justru tetap asyik dengan obrolan mereka. Biasalah, cewek ABG yang di bahas selalu aja fashion, fashion, danfashion. Apalagi ada princcess barbie si ratu fashion yang modis abis ini.
            “Hey, kalian bisa nggak diem,” ucap Gibran dengannada tinggi.
            Mita yang sedari tadi duduk, langsung berdiri dan menatap Gibran lekat-lekat.
            “ Loe, bisa nggak sech sopan dikit ma cewek. Lagian, loe tu ngmong ma siapa. Kami itu punya nama,”kata             Mita dengan nada yang tak kalah tingginya.
            ‘O.... yaw,gue cuma minta kalian jangan berisik.”
            “Kalo loe nggak mau mendengar suara berisik, mendingan loe ke perpus sana. Atau ke kuburan yang sepi, “ ucap Mita dengan ketus.
            Gibran seakan ingin marah.tanpa berucap lalu meninggal kan mita. Dan teman-temany. Dan dengan sewot, mita kembali duduk di kursinya tadi.
            “Udah dech mit, nggak usah di pikirin. Tu cowok mang stss.” Kata yuyunberusaha nenangin mita yang kelihatan masih emosi.
            “Gua nggak pernah ngerti, apa sech salah gue ma tu orang, selalu aja ngajakin gue ribut. Selalu aja, gue tu yang salah di matanya.”ucap  Mita seakan mengeluh.
            “udah dong mit, nggak usah mikirin cowok nggak penting kayak dia,” kata lintang yang di iyakan oleh temen-temen yang lain.
            “tapi gue penasaran aja, apa sech salah gue ma tu cowok sampai sebegitu bencinya dia ma gue?? “ ucap Mita dengan di penuhi rasa penasaran di kepalanya.
            Tak berapa lama kemudian, bel tanda masuh pun berdering.  Tentunya para murid pun langsung pada masuk kekelas, termasuk Gibran. Dan dengan tatapan sinisnya , dia menatap Mita. Namun ketika Mita membalas tatapannya, Gibbran langsung melengos dan pura-pura tak tau.
            Beberapa menit pun telah berlalu, usai sudah pelajar4an saat ini. Saat nya pulang......................
            Mita pun udah siap untuk langsung ke mall, shopping shopping. Maklumlah, namanya ajah miss shopping. Hehehehehe. Dan emang udah jadi kebiasaanya, tiap pulanng sekolah lannsung menuju mall. Namun sebelum keluar kelas, tak lupa Mita merapikan dandanannya. Mulai dari nyisir rambut, make up ampe merappikan bajunya. Tampaknya Gibran memerhatikan gerak-gerik Mita. Ter4llihat sekali rasa tak suka Gibran pada Mita. Entahlah, napa Gibbran sepertinya begitu benci pada Mita.
            Saat mau keluar kelas, sempat Gibran menegur Mita.
            “Ini kelas , bukan salon, “ucap Gibrab ke Mita dengan nada agak sinis.
            Mita sewot, tak suka dengan apa yang di ucapkan Gibran. Nggak sopan banget!!
            “loe napa sech Bran, selalu aja berswikap sinis ma gue? Emang apa salah gue ke elo?” tanya Mita denngan menahan rasa emosinya.
            Namun Gibran Cuma  terdiam. Dia malah menatap Mita lekat-lekat. Loalu tanpa menjawab pertanyaan Mita, Gibrab pun nylonong pergi gitu aja tanpa mengucap sepatah kata pun.dan itu ngebuat Mitasemakin tak mengerti dengan tingkah Gibran. Menurut Mita, sifatnya aneh.

J  J  J

Hari-hari berikutnya, Gibran dan Mita sama sekalli tak pernah bertegur sapa. Gibran seakan menjauh dari pandangan Mita. Dan sama sekali tak peduli dengan Mita. Seakan menganggap Mita tak pernah ada.
“Tumben tu si jutek diam aja  ama loe? “ tanya Yuyun ke Mita di saat meeka sedanng makan dikantin. Yup, Mita and the gank mang selalu membeeri julukan si jutek pada Gibran.
Mita terdiam. Matanya justeru tertuju pada Gibrab yang ssedang duduk sendirian. Dan tetap asyik denngan BB nya. Entah mengapa, dalam hati Mita ngerasa kasian melihyat kesendirian Gibran. Ingin sekali dia menghampiri Gibran, namun Mita sam sekali tak punya keberanian untuk melakukan itu.
Ternyata selama ini,  diam-diam Mita selalu memerhatikan gerak-gerik Gibran. Teerkadang sempat curi-curi pandang. Edan tak bisa Mita pungkiri kalau selama ini dirinya sering mikirin Gibran. Tak jarang juga dia ngalamunin Gibran dan membayangkan , saat itu yang aneh-anrh akan Gibran. Seandainya saja...........................
Hingga pada satu minggu pagi yang cerah, saat itu Mita sedang jalan-jalan sendirian di taman kota. Dia duduk sendirian sembari memerhatikan orang yang lalu lalanng di sekitarnya. Semapt Mita berkhayal, seandainya saja dia punya pacar. Apalagi kalau pacdarnya itu Gibran. Eh, kok????
“Kata oran-orang aku cantik. Banyak cowok yangt suka ma aku, tapi napa ya sampai saat ini aku nggak punya pacar? “ tanya Mita pada dirinya sendiri.
“Karena kamu terlalu sempurna, “sebuah jawaban yang tak Mita tau, itu suara milik siapa. Mitapun menoleh ke belakang. Ter4nyata suara itu milik Gibran. Gibrab pun tanpa basa-basi lalu dudduk di samping Mita. “Kamu terlalu sempurna Mita. Hingga para cowok-cowok itu hanya mampu mengagumi mu dan sama sssekali tak punya keberanian untuk mengunngkapkan perasaannya pada kamu, “ lanjut Gibran denngan pannjang lebar. Kali ini dia berbicar dengan lembut, tak lagi sinis seperti biasanya.
Gibrab menarik nafas panjang. Menatap Mita dengan tatapan tajam.dan itu ngebuat Mita maenjadi gugup.biasanya Mita mampu berbalik menatap Gibran, tapi tidak denngan kali ini. Mita sama sekali tak punya kekuatan untuk membalas tatapan Gibran.
“Apa kamu juga seperti itu ? “ tanya Mita yang ngebuat Gibran tersentak.
Gibran tersenyum sinis. Sebenernya, jawaban pertanyaan itu memany iya.
‘Aku Cuma seorang cowok yang tak tau bagaimana mencintai seorang gadis, dan aku tak pun tak tau gimana nunjukin perasaan itu, “jawab Gibran tanpa basa-basi. Mita tau benar, Gibran memang bukan cowok yang suka basa-basi.
“Maksud kamu? “tanya Mita dengan penuh kebingungan.
Eh, kog sekarang jadi aku kamu, nggak loe gue lagi????
“Jujur , selam ini aku nggak suka kalu kamu jadi tontonan cowok-cowok. Kamu cantik, manis. Dan mereka selalu saja menggoda kamu. Dan itu ngebuat aku nggak suka, karna mereka seakan nggak ngargain kamu. “
“Kenapa kamu nggak suka, aku bukan milik kamu??!! “
“Tapi aku cemburu, apa salah jika aku ngerasain perasaan itu?”
Mita diam seribu bahasa. Selama ini Gibran mencintainya? Tak bisa di percaya. Sedangkan Gibran, dia tersnyum lembut menata Mita yang terlihat kaget dan bingung.  Dan baru kali ani, Mita melihat senyuman Gibran.
“Ta, aku cuman ingin mencintaimu. Karena aku sadar, aku nggak pantas buat kamu. Dan maaf, aku tak bisa mencintaimu seperti apa yang kamu mau, “ ucap Gibran, lalu beranjak pergi meninggalkan Mita begitu saja tanpa memberi Mita kesempatan untuk bicara.
Mita pun masih terdiam. Antara percaya dan tak percaya. Gibran telah mengungkapkan perasaanya padanya. Namun, seakan Gibran menggantung cintanya. Andai saja Gibranmau sedikit lebih lama disampingnya, Mita juga ingin jujur kalau dirinya ju8ga memendam rasa pada Gibran. Mita ncuma bisa pasrah, biarkan cinta yang mencari jalannya.

2 Responses to "AJARI AKU MENCINTAIMU"