Latest News

Witri Prasetyo Aji

Witri Prasetyo Aji

DISABILITAS BUKAN BATAS

DISABILITAS BUKAN BATAS



Setiap orang di dunia ini, pasti mempunyai potensi disabilitas. Entah disabilitas karena kecelakaan, penyakit, atau bisa jadi bawaan dari lahir. Namun, meski seseorang menyandang disabilitas, bukan berarti akhir dari dunianya. Toh banyak sekali, orang-orang penyandang disabilitas namun mampu berkarya dan melebihi mereka yang hidup dala keadaan normal. Apalagi zaman sekarang, kemajuan teknologi yang tanpa batas. Kehadiran internet yang menyediakan informasi tanpa batas dan dilengkapi kemajuan teknologi seperti smartphone yang merajalela. 

Di sini, saya akan bercerita tentang mereka yang menyandang disabilitas namun mereka kaya akan karya. Iyaaa, saya bilang mereka karena saya akan bercerita tentang 2 orang yang menurut saya menginspirasi serta semangatnya pantas menular bagi kita semua.

Bagi teman-teman pecinta literasi, siapa yang tidak kenal dengan Ariny NH, seorang novelis muda dari Martapura. Dia lahir di Solo, 16 September 1991. Menempuh pendidikannyadi SD Al-Amin (1998-2003). Lalu pindah ke Martapura dan masuk ke SDN Tambak Anyar pada tahun 2004. Lalu meneruskan ke MTs Miftah Daruissalam.

Ariny NH
Sumber gambar : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=950176715052578&set=a.104077429662515.5157.100001807756471&type=3&theater


Ariny ini seorang penyandang disabilitas. Dia tidak bisa berjalan sedari kecil. Katanya, sewaktu ibunya hamil, ibunya pernah terpeleset waktu ke kali. Iyaaa, kesehariannya Ariny ini ngesot, kalau keluar saja menggunakan kursi roda.

Ariny memang tidak bisa jalan, tapi setidaknya dia masih mempunyai tangan. Ariny bisa berkarya dan sudah puluhan buku yang dilahirkannya. Entah secara indie ataupun mayor. Dan bukan sebatas berkarya, Ariny ini juga mulai belajar berbisnis. Mengelola penerbitan indie (Arsha Teen), dia yang belajar photoshop secara otodidak untuk cover buku terbitan indie, dan dari KBBI juga Ariny belajar editing. Bukan sebatas itu, Ariny juga merambah dunia bisnis konter pulsa dan percetakan foto. Jujur, sungguh luar biasa semangat Ariny ini. Dia benar-benar membuktikan, disabilitas bukanlah batas untuk berkarya dan berbisnis.

Saya sempat tanya pada Ariny tentang dunia literasi, kenapa dia tertarik pada dunia literasi? Jawabannya cukup membuat ternganga, hanya karena ingin bertemu dengan cinta pertamanya. Oh My God, kekuatan cinta benar-benar sungguh luar biasa. Menulis demi cinta dan lahirlah karya cinta.

Iyaaa, Ariny menulis sejak tahun 2012. Terhitung 4 tahun, sudah puluhan buku yang dilahirkannya.

Buku Terbit Mayor Karya Ariny NH
Sumber gambar : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=924152547654995&set=a.273123716091218.59798.100001807756471&type=3&theater



Saya juga pernah tanya pada Ariny, darimana dia belajar menulis. Jawaban Ariny adalah dari Mom Fitria Pranatsari, Beliau yang banyak ngasih ilmu. Tentunya, belajar melalui Facebook. Nah, ini adalah salah satu manfaat teknologi. Ketika Facebook digunakan secara positif, bukan sekadar untuk menipu atau curhatan galau saja. Toh nyatanya, melalui Facebook (kemajuan teknologi) seseorang bisa belajar dan mempromosikan karyanya. Dari Facebook pula kita bisa berteman dengan siapa saja, entah mereka yang normal ataupun penyandang disabilitas seperti Ariny

Di atas adalah sekelumit cerita tentang novelis muda yang menginspirasi, Ariny NH. Dan sekarang, saya ingin bercerita tentang Pak Sabar Subandri, seorang pelukis asal Salatiga.



Sabar Subandri adalah seorang pelukis asal Salatiga. Pak Sabar ini juga seorang penyandang disabilitas. Pak Saba tidak mempunyai tangan, tapi Pak Saba mempunyai kaki yang bisa menggantikan fungsi tangan.Pak Saba bisa melukis dan hasil lukisannya begitu bagus, Pak Saba bisa mengetik dengan dan Pak Saba bisa melakukan segala aktivitasnya dengan kedua kakinya.

Pak Sabar Melukis
Sumber gambar : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=206753996332287&set=rpd.100009930638726&type=3&theater


Pak Saba juga tidak kalah menginspirasi, Beliau tidak sekedar melukis, tapi Pak Saba juga membangun bisninya. Di antaranya Penerbit Narata Karia dan Galeri Lukis Sabar Subandri yaitu Saung Kelir.

Galeri Lukis Sabar Subandri @Saung_Kelir
Sumber gambar : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1611498969111667&set=rpd.100007547383981&type=3&theater


Jujur, saya sangat terinspirasi dengan Pak Saba, Kesuksesan Pak Saba yang membuat saya iri, semangatnya yang hebat. Pak Saba bukan hanya mendukung dunia lukis, tapi juga dengan dunia literasi. Sungguh, luar biasa semangatnya. Bagi saya, Pak Saba ini patut diapresiasi.

Kuliah Umum Kebudayaan Bersama Mahasiswa UKSW
Sumber gambar : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=191133747894312&set=a.159657247708629.1073741828.100009930638726&type=3&theater


Di atas adalah kisah 2 orang penyandang disabilitas yang menginspirasi. Disabilitas bukan batas. Mereka berkarya dan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang embawa dunia mengenal mereka.

Dan sekarang, saya akan menambahkan sekelumit cerita tentang pasangan disabilitas yang (dulu) sering saya temui tatkala saya mengantar jemput adik saya yang masih SMA.

Mereka penyandang disabilitas. Suami yang menggunakan kursi roda, sementara isteri yang berjalan menggunakan jjagrak. Tapi sungguh kehidupan mereka sama dengan kita semua yang normal. Toko kelontong kecil yang mereka miliki serta sang suami menerima service alat elektronik. Saya dulu juga sering melihat sang isteri yang kerap berbelanja ke pasar. Hebatnya, isterinya bisa naik sepeda motor. Benar, kembali membuktikan bahwa disabilitas bukan batas dan teknologi begitu membantu kehidupan mereka.


Sekiranya, cukup cerita saya tentang mereka penyandang disabilitas yang menginspirasi. Semoga menginspirasi dan semangat mereka yang luar biasa menular kepada kita semua. Aamiin... 

18 Responses to "DISABILITAS BUKAN BATAS"

  1. luar biasa beliau beliau ini, sesuatu yang mungkin dianggap kekurangan jutru itu menjadi kelebihan dan keistimewaannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, betul banget
      Semangat mereka sungguh luar biasa... :)

      Delete
  2. Huwaaa... aku mau nangis bacanya. Hiks... mereka pejuang banget, Mba Wit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups.. bener banget Mbak... Dan tentunya, mereka sangat menginspirasi...

      Delete
  3. Ketika yg diafbel mampu mengukir karya dan prestasi nyata, sejatinya memiliki nilai motivasi yang multiponensial bagi kita-kita yang gak difabel ya.

    @ririekayan

    ReplyDelete
  4. Semoga dapat terus menginspirasi para penyandang difabel lain.. amin

    ReplyDelete
  5. Sepertinya bukan cuma penyandang disabilitas aja yang bisa terinspirasi, non disabilitas pun harus memiliki semangat juang layaknya mereka.

    ReplyDelete
  6. Kadang malu kalo ngeliat mereka yang difabel punya karya dan berprestasi sementara gue yang masih 'kumplit' begini-begini aja =(

    @kening_lebar

    ReplyDelete
  7. Nah ini, justru kekurangan yang dimiliki menjadi sesuatu yang istimewa. Soalnya yang kondisi fisiknya normal saja belum tentu bisa melakukan hal-hal seperti itu :) jadi sudah seharusnya untuk saling mendukung dan menghargai :) aku aja bikin naskah banyak yang gak selese T_T

    @gemaulani

    ReplyDelete
  8. yang paling atas tuh, kenal aku..wkwk
    pernah ikut even indie horor yang dia bikin dan dibilang naskahku kurang serem, buahahah. Mbak Rin..mbak Rin..

    Eh iya tadi di Inbox juga ada B-Boy dengan satu kaki loh, keren, banyak banget prestasinya, mantep

    @onlykharisma

    ReplyDelete
  9. Tuhan nggak pernah ngasih cobaan yang melampaui batas ya :'))
    @umimarfa

    ReplyDelete
  10. Kadang yang terlihat sempurna justru yang tidak sempurna..
    Malu dengan diri sendiri.

    @Wawa_eN

    ReplyDelete
  11. Allah memberikan beban sesuai dengan kemampuan hambanya.

    ReplyDelete
  12. subhanalloh ya. senang dengarnya. menulis adalah salah satu cara menyebarkan ide tidak peduli penulisnya kayak apa. bangga jadi bagian dari dunia tulis-menulis!

    @diahdwiarti

    ReplyDelete
  13. keren bangeet... semoga diberi kesehatan selalu

    ReplyDelete
  14. Subhanallah nggak ada yang nggak mungkin ya.

    ReplyDelete