Latest News

Witri Prasetyo Aji

Witri Prasetyo Aji

Review Film : Surga Yang Tak Dirindukan

Review Film : Surga Yang Tak Dirindukan



Rasanya sudah kudet yaaa, kalau baru sekarang saya ngereview nich film. Secara film ini sudah tayang waktu lebaran 2015 lalu. Hehehe. Yaaa, emang saya baru kog nontonnya, heheheh. 

Sebenernya sich sudah rencana mau nonton kala itu, tapi enggak tega ninggalin babyJuna cuma buat nonton. Alhasil, nungguin filmnya jalan-jalan di youtube dech.

Oke, langsung saja, capcus.

Eits, tapi tunggu dulu, sebelumnya saya juga pernah ngereview bukunya loh.

Jujur saja, cerita di film sama bukunya itu beda. Iya, beda. Mulai dari kehidupan Mey Rose yang di buku ikut Ai. Sementara di film, dia ditinggal papanya sewaktu ulang tahunnya yang ke 12 dan mamanya mati bunuh diri. Belum lagi anaknya Arini dan Pras, di buku kan 3 dan di film cuma Nadia ajah. Temen-temennya Arini juga. Pokoknya bedalah.

Menurut aku, film Surga Yang Tak Dirindukan ini inspiratif banget. Mengajarkan tentang kesabaran, keikhlasan dan tentunya berbagi. Iyaaa, mungkin bila saya di posisi Arini, saya enggak akan bisa setegar itu. Dan saya anggap wajar, Arini marah bila mendapati suaminya sudah menikah lagi padahal mereka berjanji tidak akan ada yang ketiga. 

Saya sendiri seorang isteri, seorang ibu, dan jujur memang menentang poligami. Demi saya sendiri, demi anak-anak saya. Saya tidak bisa menerima kehadiran wanita lain di dalam kelaurga kecil saya. Saya sempat marah loh, loh Pras kog bisa-bisanya sich mutusin gitu ajah nikah sama wanita yang enggak dikenal?

Tapi, melihat Mey Rose? Saya memposisikan diri sebagai dia. Kehidupannya yang kelam, wajar bila akhirnya dia frustasi. 

Iyaaa, saya enggak bisa menyalahkan Pras yang menikahi Mey Rose karena ingin menolongnya. Saya juga enggak bisa nyalahin Mey Rose yang membutuhkan "bukti" lantaran sering diberi pengharapan oleh lelaki dan dia membutuhkan sosok ayah untuk anaknya. Tapi saya juga tidak bisa menyalahkan Arini yang awalnya tidak bisa menerima kehadiran Mey Rose.

Tapi saya akui, ibunda Arini begitu bijaksana hingga akhirnya Arini bisa menerima Pras dan Mey Rose. Bahkan di luar dugaan, menganggap Mey Rose sebagai adiknya sendiri. Meski pada akhirnya, Mey Rose memilih pergi karena dia tidak ingin menjadi duri dalam keluarga kecil Pras dan Arini yang telah menolongnya.

Iyaaa, semua bermula tatkala Pras mengerjakan proyek di Kulon Progo. Siapa sangka, perjalanan itu terhenti lantaran Pras melihat sedan yang sengaja masuk ke jurang dan ternyata ada wanita mengenakan baju pengantin yang ternyata tengah mengandung. Pras membawa wanita itu ke rumah sakit, dan pihak dokter akan segera melakukan tindakan secar. Mau tidak mau, Pras yang harus bertanggungjawab. Tapi... wanita itu seolah kehilangan pengharapan. Dia berusaha meloncat dari gedung rumah sakit, namun Pras berhasil mencegahnya dengan menjanjikan akan menikahi wanita itu malam itu juga. Iyaa, agar sejarah tak terulang, agar bayi wanita itu yang diberi nama Pras, Akbar Muhammad tidak menjadi yatim seperti dirinya. Akhirnya, malam itu juga Pras menikah.

Pras sama sekali tak bisa dihubungi oleh Arini. Padahal sesuatu tengah terjadi, ayah Arini meninggal dunia. Keesokan hari, Pras baru mengetahuinya.

Di tengah suasanan duka, seorang wanita bersama anak gadisnya datang. Yang ternyata, adalah isteri kedua ayah Arini. Hati Arini hancur, selama 15tahun orang tuanya menyembunyikan keberadaan isteri kedua ayahnya. Namun ibunya memberi pengertian ke Arini, ayah Arini menikahi wanita itu atas dasar menolong. Tapi tetap saja Arini tidak bisa menerimanya. Dia bahkan meminta Pras berjanji, untuk tidak ada orang ketiga.

Tapi suatu hari, Arini menemukan resep obat Akbar di saku Pras. Arini menceri tahu keberadaan Akbar dan ibunya, Mey Rose. Arini mendatangi rumah Mey Rose dan marah. Arini merasa hancur. Dia juga marah dan kecewa pada Pras, bahkan sempat pisah ranjang. Namun Nadia......

Nadia adalah kekuatan bagi Arini. Dan pada suatu hari, ada pentas di sekolah Nadia. Nadia mencari Pras yang sudah janji akan hadir, namun ditunggu tetap tak hadir. Ternyata, Pras ke rumah Mey Rose karena Akbar sedari pagi muntah-muntah. Arini akhirnya menelpon Pras, dan bertanya tentang Akbar lalu memberi solusi bahwa Akbar hanya masuk angin. Hingga akhirnya Pras bisa hadir ke acara sekolah Nadia. Nadia menceritakan dongeng madani, kisah sepasang raja dan ratu bersama anak perempuannya. Raja yang harus meninggalkan ratu dan anaknya, lalu pulang membawa peri jahat. Iyaaa... dongeng itu tak ubah Pras dan Arini, Pras yang pergi untuk mencari nafkah, namun justeru membawa Mey Rose pada kehidupannya.

Arini dan Pras masih dalam kebekuan. Dalam malam yang larut dan diguyur hujan, Pras yang masih di kantor akan pulang ke rumah Mey Rose. Namun di jalan, saat Pras ingin menolong seseorang, Pras justeru kena musibah dan mengalami luka tusuk. Di rumah sakit, Mey Rose yang menunggu Pras, namun Pras terus mengigau nama Arini.

Iyaaa, dari kejadian itu, akhirnya Arini mampu memaafkan Pras dan mau menerima Mey Rose dan Akbar. Menganggap Mey Rose sebagai adiknya meski sebenrnya hatinya terluka. Hingga hubungan baikpun terjalin. Namun Mey Rose, akhirnya memlilih pergi dan memberikan Akbar pada Arini dan Pras.



Well, film ini benar-benar mengajarkan saya tentang arti kesabaran, keikhlasan dan berbagi.

6 Responses to "Review Film : Surga Yang Tak Dirindukan"

  1. Saya tidak suka mengenai cerita orang ketiga, karena tidak tahu juga. Sengaja juga tidak mau lihat film ini, salut deh buat orang seperti Arini yang bisa menerima istri kedua suaminya sendiri sebagai seorang adik. Sungguh luar biasa, orang-orang seperti Arini ini pantas berada di surganya Allah.
    @rin_mizsipoel

    ReplyDelete
  2. yang gak masuk akal adalah... ada org mau bunuh diri kok lansung mau dinikahi, hahaha aneh bangeeet :)

    @nurulrahma

    ReplyDelete
  3. Blum nonton, udah mau ada yg ke2nya yah

    ReplyDelete