Latest News

Witri Prasetyo Aji

Witri Prasetyo Aji

Surat Untuk Masa Depan

Surat Untuk Masa Depan

Kisah kita seperti atom,
Kamu proton, Aku netron
Sayangnya, ada Dia yang menjadi elektron


Dear Witri,
Mungkin, saat kau membaca surat ini, duniamu telah berubah. Bisa jadi, saat ini kau adalah seorang gadis yang berbahagia. Namun, bisa jadi juga, kesalahan yang sama kau ulang kembali dalam sejarahmu. Ah, tak mengapa. Memang begitulah hidup. Tak semestinya disesali, tapi cukup dijalani dan sebisa mungkin menjadi lebih baik dari yang lalu.

Saat kutuliskan surat ini, aku tahu kalau kau tengah berada pada titik yang sangat menyakitkan. Bagaimana tidak? Sahabat yang sudah kauanggap saudara, bahkan tidurpun satu ranjang, ternyata menghianati kepercayaanmu. Disaat setiap keluh kesah kaubagi dengannya, ternyata disitulah dia mengambil apa yang kaumiliki.

Ya, aku paham. Melihat kekasih sendiri bermain cinta dengan sahabat, bisa kurasakan betapa sakitnya dan menderitanya. Karena aku memang merasakan apa yang kaurasakan.

Kau tidak salah jika pada akhirnya kau tak mau mengenal mereka. Karena penghianat seperti mereka tak pantas untuk kaukenal. Di dunia ini, banyak sekali lelaki yang lebih baik darinya. Banyak pula sahabat yang lebih baik darinya.

Kau tak perlu takut kembali mencinta. Tak perlu ragu pula untuk bersahabat. Karena setiap orang terlahir berbeda. Dan tentunya, yang baik akan bersama yang baik, begitu pula yang buruk.

Kau gadis yang baik Wit, dan Tuhan telah membukakan matamu untuk mengenal siapa sebenernya si brengsek dan si pengkhianat itu. Bukankah lebih baik sakit saat ini? Sebelum akhirnya semua terlalu jauh berlanjut?

Bila saat ini kau memang sangat terluka, menangislah jika itu membuatmu lega. Tapi untuk selanjutnya, jangan... Kau harus tertawa dan kau harus bahagia! Dan bahagiamu harus melebihi kebahagiaan mereka yang menyakitimu. Yakinlah Wit, karma selalu tertanam untuk mereka yang menanam luka. Dan mereka, menanam luka atas ketulusan dan kepercayaanmu.

Wit, berjanjilah kau akan selalu bahagia. Berjanjilah kalau kau akan melupakan si brengsek itu dan tak akan lagi bersamanya. Jikapun kau memaafkan, cukup maafkan, jangan kembali. Cinta tak sebodoh itu, Wit. Cukup sekali kau merasakan sakitnya dihianati kekasih dan sahabat.

Okelah Wit, aku tak akan panjang menuliskan surat untukmu. Karena aku yakin, kau pasti bahagia dan kau pasti mendapatkan kekasih yang setia. Kau setia, dan Tuhan pasti akan mengirimkan pasangan yang setia pula untukmu. Dan beginilah hidup, sebelum akhirnya kita berjumpa orang yang tepat, kita akan dipertemukan dengan orang yang salah agar kita bisa menghargai sebuah ketulusan.

Cukup yaaa, Wit.
Salam bahagia,

Witri di masa lalu...

13 Responses to "Surat Untuk Masa Depan"

  1. Kekasih main hati sama sahabat seperjuangan, makjleb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayuk ikutan giveawaynya, Mbak...
      DL malam ini loh... ;)

      Delete
  2. Wah miris ya punya sahabat seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sakittt banget.. hehehe
      Yuk ikutan giveawanyaa... Mas... ;)

      Delete
  3. salah satu cara menyemangati diri sendiri ini sepertinya :)
    semoga segera menemukan yang terbaik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups... bener banvet Mbak... harus semangat...

      Delete
  4. UHhh, pasti sakit sekali. Semoga sahabatnya kuat ya mba :)

    ReplyDelete
  5. sungguh...rasanya tidk dapat dibayangkan...

    ReplyDelete
  6. Bukannya neutron mbak.e? :D
    wihhj suratnya dlem gitu mbak?

    ReplyDelete
  7. hal semacam ini mungkin bukan hal berani saya tuliskan, tapi waktu mengobatinya. Tapi memorinya pasti ada, ah. Ini GA ya Mak? sukses kalau begitu ya ^^

    ReplyDelete