Latest News

Witri Prasetyo Aji

Witri Prasetyo Aji

Surat Hari 10 : Cap Perebut Pacar Orang

Surat Hari 10 : Cap Perebut Pacar Orang





Sebaiknya, kita akhiri saja sandiwara ini. Aku lelah, aku selalu disebut perebut kekasih orang. Kau tahu, aku sama sekali tak pernah mengjarmu, kau yang mengejarku, jika aku menghindar, selalu saja kau menganggapku tak mau kenal denganmu lantaran materi.

Dan sekarang kau tahu akibatnya? Di sini aku yang salah, aku bukan kamu! Aku perebut kekasih orangaku penggoda lelaki orang. Asal kau tahu, aku lebih bangga sendiri daripada merebutmu dari kekasihmu itu! Aku tak serendah itu!

“Yang penting kan aku, jangan dengarkan kata mereka!” Dengan entengnya kau bicara seperti itu.

Hey, di mana hatimu?

Aku sama sekali tak mengerti, apakah yang seperti ini yang kausebut dengan kesetiaan? Argh, aku benci. Dan aku menyesal telah mempercayaimu dan sudi memasuki sandiwara menyakitkan ini.

Dan satu tahap, kau tetap merayuku. Memperjuangkan sandiwara ini.

“Plis, aku mohon!”

Kau tetap memohon. Tapi jujur, hati masih terasa ngilu ketika mendengar cibiran mereka. Mereka tak tahu kenyataannya, tapi mereka menyuarakan luka itu.

Aku malu... iya, sangat malu.

Salam Hangat

Witri Prasetyo Aji

5 Responses to "Surat Hari 10 : Cap Perebut Pacar Orang"

  1. Mana cintanya? mana?


    -Ikavuje

    ReplyDelete
  2. 30 hari ya surat cintanya? Waaah bisa jadi buku :)

    ReplyDelete
  3. Iyaaa.. nich... dan saya buat bersambung... ;)
    Tunggu kelanjutannya, yaaa...

    ReplyDelete
  4. Iyaaa.. nich... dan saya buat bersambung... ;)
    Tunggu kelanjutannya, yaaa...

    ReplyDelete