Latest News

Witri Prasetyo Aji

Witri Prasetyo Aji

Surat Hari 25 : Dia Datang (Kembali) Di Antara Kita

Surat Hari 25 : Dia Datang (Kembali) Di Antara Kita



Aku tahu, dia sudah terlepas dari jeratmu. Tapi bagaimana dengan keluargamu? Bahkan disaat aku sudah menjadi bagian dari keluargamupun, namanya tetap abadi di setiap perbincangan keluarga.

Dulu, kau pernah bilang padaku, hubungan kalian hanyalah sebatas kekasih diam-diam alias backstreet. Aku hanya mampu menertawakannya, karena menurutku itu terlalu konyol dan seperti anak TK, karena saat kalian menjalin cinta, usia kalian sudah cukup matang. Dan kini aku menuntut penjelasan, jika memang benar hubungan itu sebatas diam, bagaimana bisa keluarga besarmu cukup mengenalnya?

Kau tak bisa menjelaskannya. Kau cukup diam. Bahkan apa kau tahu, dia pernah menemuiku dan bercerita banyak tentang kedekatan kalian. Tentang cinta kalian yang begitu kuat. Aku tak tahu apa maksudnya dan aku juga tak mengerti tentang kebenarannya. Yang jelas aku rasakan, aku merasa kau membohongiku.

Sekarang, dengan mudahnya dia memasuki keluargamu kembali. Disaat aku sudah menjadi bagian dari keluargamu.

Aku tak tahu harus menyesal atau tidak. Yang jelas aku terluka dan kecewa. Cinta yang memang kupikir tulus, aku tak mengerti jika semua penuh kebohongan. Meski pada akhirnya kau menjelaskannya jika semua itu hanya akal-akalan saja. Tapi, haruskah aku mempercayainya jika keluargamu saja cukup mengenalkannya?

Kau terlalu menganggapku bodoh. Iya, kau membodohkanku atas nama cinta. Mungkin saat ini aku masih mampu bertahan, tapi bukan berarti aku takut pada status janda.

Cinta itu memang suci di hadapan penghulu. Tapi apa artinya sebuah rumah tangga jika berpondasikan dusta? Apa artinya seorang isteri jika seorang mantan tetap menjadi idaman? Apa artinya cinta jika dusta tetap berkelana?

Iya, kau benar jika aku cemburu. Karena aku mencintaimu makanya aku cemburu. Dan jika hati ini tak pernah untukmu, maka aku sama sekali tak akan merasakan cemburu meski kau memadu kasih dengannya.

Kau yang membuatku mencintaimu, kau yang membuatku merasa cemburu dan mungkin kau juga yang akan membuatku meninggalkanmu.

Mungkin kau akan menuduhku atas sikap kekanak-kanakanku ini. Dalam sebuah cinta, apakah memang ada kedewasaan? Adakah kelonggaran dan pengertian untuk sebuah hubungan di masa lalu yang sampai saat ini meninggalkan jejak?

Memang bukan hal yang baik untuk memutuskan hubungan silahturahmi. Tapi silahturahmi dengan mantan dan menyakiti pasangan, apakah itu kebenaran yang bagus?

Hey, kau hidup dengan pasangan bukan dengan mantan. Kau sangat menjaga perasaan mantan, tapi kau sama sekali tak menjaga perasaan pasangan. Jika saat ini aku masih mampu bertahan atas nama cinta, bukan berarti nanti aku juga mampu bertahan atas nama cinta.

Kau tahu, saat aku menuliskan surat yang lebih panjang dari biasanya ini, aku memang dalam amarah. Aku terluka, aku kecewa dan itu semua juga karena cinta. Jika aku mampu bertahan karena cinta, bukan berarti aku tak bisa pergi karena cinta. Demi cinta, aku juga mampu meninggalkanmu.

Salam Cinta

Witri Prasetyo Aji

0 Response to "Surat Hari 25 : Dia Datang (Kembali) Di Antara Kita"