Latest News

Witri Prasetyo Aji

Witri Prasetyo Aji

Surat Hari 4 : Aku Terbiasa Menghabiskan Malam Bersamamu

Surat Hari 4 : Aku Terbiasa Menghabiskan Malam Bersamamu




Hay, apakah kau masih setia membaca surat dariku? Jika tidak, lupakan aku dan jangan baca surat ini. Namun jika kau masih bersedia dengarkan celotehku, maka bacalah surat ini hingga aku memberikan salam hangat kepadamu.

Hmm, hari ini aku akan bercerita tentang aku dan kamu. Iya, lebih tepatnya tentang kita. Kita yang tiada rencana akhirnya bersama, meski hanya dalam dongeng dunia maya. Namun tak mengapa, setidaknya malam-malamku tak lagi sepi.

Jujur, aku berterima kasih padamu yang selalu berikan malammu untukku. Entah canda melalui SMS atau telpon, hingga aku enggan memejamkan mata karena terlalu asyik mengobrol denganmu.

Kau lucu, tapi terkadang kau juga menyebalkan. Kau selalu menggodaku hingga membuatku ngambek, tapi... terkadang kau berpikir begitu dewasa dan pantas untuk kujadikan kakak. Iya, kakak dan tidak lebih.

Untuk selanjutnya, aku memang tak tahu dengan apa yang terjadi dalam hatiku. Tapi aku paham betul, beberapa hari bersamamu dalam malam, aku sudah terbiasa bersamamu. Jadi, jujur saja ada yang kurang jika kau tak mengirim SMS kepadaku.

Aku tak tahu, kenapa kau begitu baik padaku. Dan aku juga tak pernah bisa menebak setiap keangkuhanmu saat kita berjumpa. Sebagai seorang wanita, aku tak mungkin menyapa pertama kali, mau ditaruh di mana mukaku? Tapi sebagai teman dalam malammu, aku kecewa karena aku hanya menganggapku semu.

Hey, aku ini ada. Aku nyata. Kau tahu itu, tapi kenapa kau begitu sombong? Apa aku kurang cantik atau bahkan sama sekali tidak menarik?

Hmm, lebih baik kuenyahkan pikiran itu. Seyiap aku berpikir seperti itu dan ingin menjauh darimu, tak bisa kupungkiri kalau hati sudah terbalut dengan kebersamaan denganmu. Ada yang kurang dalam malamku saat kau tak ada. Dan, aku merindukan kebersamaan bersamamu. Apakah kau juga merasakan seperti yang kurasakan?
Dan kau tahu, meski hubungan ini hanya sebatas dunia maya, tapi aku pernah berangan semua akan menjadi nyata. Iya, nyata. Karena aku tahu, kita sama-sama nyata. Aku juga seorang lajang tanpa hubungan. Sementara denganmu? Kenapa kau takpernah mau bila kuajak membahas tentang statusmu? Hmm, boleh kutebak? Apa jangan-jangan kau sudah menikah dan sudah punya anak? Hehehe... Ah, kurasa tidak, karena aku tidak mau menjadi duri dalam sebuah hubungan dua insan yang saling mencinta.

Ah, kau... Kembali aku ingin membahas tentangmu. Kau itu misterius dan penuh teka-teki. Menimbulkan beribu jejak tanya yang aku sendiri tak bisa menjawabnya. Anehnya, aku selalu saja larut dalam imajinasimu.

Hmm, malam sudah hampir larut. Kucukupkan suratku hari ini. Terima kasih karena kau sudah sudi membacanya. Tiada kata yang bisa kuungkap selain rasa terima kasih. Terima kasih sudah setia temani malamku dan terima kasih karena kau selalu menerima surat-suratku.

Salam Hangat

Witri Prasetyo Aji

2 Responses to "Surat Hari 4 : Aku Terbiasa Menghabiskan Malam Bersamamu"