Latest News

Witri Prasetyo Aji

Witri Prasetyo Aji

MENJADI MAMAH DI USIA DUA-EMPAT

MENJADI MAMAH DI USIA DUA-EMPAT




MENJADI MAMAH DI USIA DUA-EMPAT. Bicara soal hal yang paling berkesan dalam hidup, sebenarnya saya punya banyak sekali hal-hal yang berkesan dalam hidup. Karena menurut saya, setiap hal yang terjadi dalam hidup ini itu sangat berkesan dan tak akan pernah terulang, kejadian di setiap waktu yang merupakan sejarah kehidupan yang pantas untuk disyukuri.

Namun, bila saya harus menceritakan satu hal yang paling berkesan dalam hidup saya, saya akan bercerita tatkala saya melahirkan BabyJuna. Menjadi seorang mamah di usia dua-empat, bagi saya adalah wujud kesempurnaan saya sebagai seorang wanitia.

Wanita terlahir tiga kali : pertama saat dia dilahirkan sebagai seorang anak, kedua saat dia dilahirkan sebagai seorang isteri dan ketiga adalah saat dia dilahirkan sebagai seorang ibu. 

Pepatah di atas pernah saya dengar. Bagi saya, di dunia ini semua wanita bisa dilahirkan sebagai seorang anak dan seorang isteri. Tapi menjadi seorang ibu? Itu adalah anugerah terbesar yang pantas untuk disyukuri.

Menjalani kehidupan dengan adanya mahluk baru di rahim. Sembilan bulan mengandung, bahkan harus mengalami morning sickness di trimester pertama, dan banyak sekali perjuangan saat kehamilan. Lalu saat melahirkan, bagaimana sakitnya kontraksi. Saat bayi itu lahir, bagaimana perihnya menyusui bayi pertama kali. Ah, semua itu adalah serangkaian sejarah menjadi seorang ibu.

Ini adalah cerita kehamilanku...
Hamil? Kala itu masih di antara percaya dan tidak percaya. Hingga kahirnya memutuskan pergi ke bidan dan beneran positif. Dan setelah itu, barulah cek ke dokter hingga akhirnya dokter bilang kalau janin saya sudah berusia 6 minggu.

Masih dalam ketidak percayaan, saya HAMIL?

Menjalani kehamilan sebagai momworking, sementara di trimester pertama saya kerap sekali lemas tapi enggak doyan nasi. Dan makanan saya Cuma burger, yakult dan jus alpukat. Kerap mual juga, apalagi kalau masuk kamar mandi, langsung muntah-muntah. Dan itu terjadi hingga kehamilan sudah memasuki trimester ketiga.

Trimester kedua dan ketiga sudah mau makan nasi, tapi enggak doyan sayur (karena pada dasarnya memang enggak suka sayur). So, makanan saya Cuma nasi sama daging.

Menjalani kehamilan, Alhamdullilah berat janin selalu bertambah, detak jantung selalu normal meskipun letaknya kadang melintang kadang sungsang. Tapi Alhamdullilah mapan tatkala bayi mau lahir. Hanya saja, vonis panggul sempit yang akhirnya membuat saya melahirkan secara SC. Tapi, meskipun SC, saya juga merasakan kontraksi sampai buka 6. So, bisa dibanyangkan, sakitnya doubel. Sakit karena kontraksi sekaligus sakit pasca operasi.

Cerita saat melahirkan
Ada cerita tersendiri saat melahirkan. Hmm, HPL yang kebetulan bersamaan dengan hari ulang tahun saya yang ke 24, tapi sayangnya tanggal 11 BabyJuna sudah enggak sabar pengen nongol. Hehehe.

Hebohnya, meski usia sudah 24, meski sebentar lagi menjadi seorang ibu, saya masih demen ajah sama boneka. Bahkan, kr rumah bersalinpun saya bawa 2 boneka kesayangan. Hahaha. Dan enggak heran, saya dan suami bahkan sempat dikira anak SMA yang mau punya anak. Wkwkwkw... Mungkin itu karena tubuh saya juga mungil, hehehe.

Kalahiran BabyJuna
11 Nopember 2014, pukul 16.00 WIB di Rumah Sakit Bersalin Natalia, BabyJuna lahir dengan berat 2700 gram dan panjang 49 cm. Bayi mungil nan putih itu sempat dikira bayi cewek loh, padahal cowok. Apalagi wajahnya yang bulat itu, hehehe.

Dan Alhamdullilah, kelahiran BabyJuna ini bukan sekedar kesempurnaan bagi saya sebagai seorang wanita, tapi juga simbol kebahagiaan dua keluarga besar, yaitu keluarga besar saya yang Babe kepengen banget punya cucu laki-laki karena kedua anaknya perempuan dan juga keluarga besar suami,

Nah teman-teman, itu adalah sekilas tentang pengalaman hidup yang paling berkesan bagi saya. Menjadi mamah di usia dua-empat dan sering banget anaknya dikira adeknya, hohohoho.



15 Responses to "MENJADI MAMAH DI USIA DUA-EMPAT"

  1. wahh mbak.e.. perjuangan banget mbak demi Baby Juna....
    Smoga dijadikan putra yang sholeh ya mbak, ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Ya Robb..
      Makasih buat doanya yaa Rohmah...

      Delete
  2. Namanya keren. Kapan-kapan baby juna dibawa dong kalau kopdar.

    ReplyDelete
  3. Namanya keren. Kapan-kapan baby juna dibawa dong kalau kopdar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren kan aku ajak, Mak... tapi di bawah sama ayahnya.. soalnya anakku super duper aktif dan enggak bisa diam.. ke.aren aku duluan soalnya ayahnya kuwalahan... hehehe

      Delete
  4. wah memang jadi ibu itu adalah sebuah kebahagiaan tersendiri yah. Benar benar anugrah karna diluar sana juga banyak yang merogoh kocek untuk program hamil. Syukur alhamdulilah kalau bisa di kasih rejeki itu secara alami ^^

    ReplyDelete
  5. Wah... saya jadi ibu di usia 25...

    ReplyDelete
  6. Selamat ya mbak, selisih satu tahun sama saya, umur 25 jadi mama muda hehehe

    ReplyDelete
  7. Selamat ya mamah muda.. Aku tahu hamil pas kandungan 5 minggu (gak sadar juga kalau lagi hamil). Sekarang sudah 21 minggu :))

    ReplyDelete
  8. wah aku juga dulu mahmud mba, seneng ya :)

    ReplyDelete
  9. pasti seneng yak.. ntar klo anaknya gede jadi kaya kakak adik :)

    ReplyDelete
  10. enak dunk mamah muda nanti kalau anaknya remaja kaya kakak adik

    ReplyDelete
  11. Wah dobel sakitnya kebayang perjuangannya, btw asyik donk ky jaak adik kk

    ReplyDelete
  12. baru tahu sama quote ini deh mbak.

    Wanita terlahir tiga kali : pertama saat dia dilahirkan sebagai seorang anak, kedua saat dia dilahirkan sebagai seorang isteri dan ketiga adalah saat dia dilahirkan sebagai seorang ibu.

    ReplyDelete
  13. Aku jadi mamah di usia 23. :D Usia 28 udah punya 2 anak.

    ReplyDelete